
Untuk pertama kalinya dalam sejarah IFMC, kompetisi memori terbesar di Indonesia ini digelar serentak di lima kota—dan seorang siswi SMP dari Tangerang pulang sebagai juara nasional, mengalahkan 117 peserta dari 17 kota se-Nusantara.
Dua belas tahun lalu, Indonesia Friendly Memory Championship (IFMC) pertama kali digelar dengan puluhan peserta di satu lokasi. Kini, di ajang tahunan ke-18 yang berlangsung pada Minggu, 12 April 2026, kompetisi yang diselenggarakan oleh Ingatan Gajah bersama Indonesia Memory Sports Council (IMSC) ini hadir serentak di lima kota besar: Jakarta, Tangerang, Bandung, Medan, dan Surabaya—sebuah lompatan besar yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Sebagai kompetisi yang telah dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikbud, IFMC menjadi salah satu ajang bergengsi yang diakui secara nasional dalam pengembangan potensi kognitif generasi muda Indonesia.
Sebanyak 118 peserta terpilih dari 132 pendaftar, mewakili 17 kabupaten/kota dari Balikpapan hingga Deli Serdang, datang bukan sekadar untuk bersaing. Mereka datang untuk membuktikan bahwa otak manusia, bila dilatih dengan benar, mampu melakukan hal-hal yang terasa mustahil: mengingat ratusan gambar acak dalam lima menit, atau menghafal urutan kartu dalam hitungan detik.
Ketua Umum IMSC, Yudi Lesmana, membuka ajang ini dengan pesan yaitu IFMC ke-18 bukan tentang siapa yang menang, melainkan tentang apa yang terjadi pada kapasitas otak generasi muda ketika mereka mulai berlatih secara serius.
“Kami tidak lagi hanya bicara soal kompetisi lokal. Dengan digelar serentak di 5 kota, kami melihat standarisasi kemampuan daya ingat anak bangsa meningkat drastis. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kognitif generasi kita.”— Yudi Lesmana | Ketua Umum, Indonesia Memory Sports Council (IMSC)
Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Sebelum bertanding, seluruh peserta mengikuti coaching clinic yang membekali mereka dengan strategi dan teknik memori yang terstruktur. Kejujuran dan kepercayaan diri, kata Yudi, adalah fondasi yang tak bisa ditawar dalam kompetisi ini.
Para peserta diuji dalam lima disiplin memory sports, masing-masing dalam durasi lima menit:
| Disiplin | Tantangan |
| 🔡 Random Words | Mengingat dan mereproduksi urutan kata acak |
| 🔢 Speed Numbers | Mengingat urutan angka secepat mungkin |
| 🖼️ Random Images | Mengingat urutan gambar acak |
| 👤 Names & Faces | Memasangkan nama dengan wajah yang benar |
| 🃏 Speed Cards | Mengingat urutan kartu remi secara lengkap |
Kompetisi dibagi ke dalam empat kategori usia: Lower Kids (di bawah 10 tahun), Upper Kids (10–12 tahun), Junior (13–17 tahun), dan Adult (18–59 tahun).
🏆 Dari Tangerang, Juara Mengalahkan 17 Kota

Di antara 118 peserta, satu nama berdiri paling tinggi: Ramadyna Humaira Wiraatmaja dari SMP Islam Sinar Cendekia, Tangerang. Siswi ini dinobatkan sebagai Overall Champion Nasional IFMC ke-18, sekaligus Juara Kota Jakarta—membuktikan bahwa latihan yang konsisten mampu mengalahkan siapa pun, dari mana pun.
Posisi kedua secara nasional diraih oleh Xanyafetrine Alifah Wijaya (SMA PKBM Generasi Juara), sekaligus menjadi juara terbaik Kota Bandung. Sementara Nuraisha Fahma Hanifthia dari SMP Labschool Cirendeu menggenapi podium nasional di posisi ketiga.
Yang tak kalah memukau adalah Galih Kirana Pangayuh dari SD Tetum Bunaya—peserta Lower Kids yang belum genap 10 tahun—yang menyapu bersih tiga dari lima disiplin dalam kategorinya. Sebuah penampilan yang membuat para penonton berdecak kagum.
Ramadyna Humaira Wiraatmaja, peraih gelar Overall Champions kategori Upper Kids dari SMP Islam Sinar Cendekia, mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa meraih capaian tertinggi ini. Saat berbagi pengalamannya, Dina menceritakan perbedaan hasil antara latihan dan perlombaan:
“Alhamdulillah, aku bersyukur sekali bisa jadi Overall Champions karena sebelumnya aku tidak menyangka bisa dapat. Skor latihan aku dan skor lomba di sini bedanya jauh sekali, jadi aku benar-benar senang,” ungkap Dina. “Harapannya semoga kedepannya aku bisa terus lebih baik, skornya makin tinggi, dan suatu hari nanti bisa jadi Grandmaster,” tambahnya.
Orang tua Dina juga menekankan bahwa prestasi ini diraih berkat kedisiplinan latihan setiap hari selama dua bulan sebelum kompetisi dimulai.
Fadilah Mursyid Al-Anshori, Kepala PKBM Generasi Juara, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian luar biasa yang diraih anak didiknya di tingkat nasional. Beliau melihat kompetisi ini sebagai bukti nyata kreativitas dan kemampuan ingatan siswa:
“Luar biasa, anak-anak yang menjuarai ajang ini hebat-hebat dan terbukti hari ini mereka mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Ingatan Gajah ini keren karena bisa memunculkan kreativitas dan membantu anak-anak membuktikan bahwa mereka mampu mencapai cita-cita melalui disiplin memori ini,” ujar Fadilah.
Pencapaian Xanyafetrine Alifah Wijaya sebagai Juara 2 Overall Champions (Nasional) tentu menjadi kado manis bagi sekolah dan selaras dengan harapan agar prestasi ini menjadi jembatan bagi masa depan siswanya.
🥇 Daftar Pemenang IFMC ke-18
Overall Champions (Nasional)
| Peringkat | Nama | Asal Sekolah |
| 🥇 Juara 1 | Ramadyna Humaira Wiraatmaja | SMP Islam Sinar Cendekia |
| 🥈 Juara 2 | Xanyafetrine Alifah Wijaya | SMA PKBM Generasi Juara |
| 🥉 Juara 3 | Nuraisha Fahma Hanifthia | SMP Labschool Cirendeu |
Juara Overall Per Kota
| Kota | Nama | Asal Sekolah |
| Jakarta | Ramadyna Humaira Wiraatmaja | SMP Islam Sinar Cendekia |
| Bandung | Xanyafetrine Alifah Wijaya | SMA PKBM Generasi Juara |
| Medan | Nazwa Ayra Putri | SMA Edu Global School Medan |
| Surabaya | Anindya Kinanti Pambayun | SMPIT Istiqamah YPAITB Balikpapan |
| Tangerang | Chesta Satria Pramudya | MTSN 1 Kota Tangerang Selatan |
Juara Per Kategori Usia
| Kategori | Juara 1 | Asal Sekolah |
| Lower Kids (<10 thn) | Galih Kirana Pangayuh | SD Tetum Bunaya |
| Upper Kids (10–12 thn) | Ramadyna Humaira Wiraatmaja | SMP Islam Sinar Cendekia |
| Junior (13–17 thn) | Xanyafetrine Alifah Wijaya | SMA PKBM Generasi Juara |
| Adult (18–59 thn) | Ibnaty Qanita Larasati | UPN “Veteran” Jawa Timur |
🎉 Di Balik Angka: Semangat yang Tak Bisa Diukur
Di sela ketegangan kompetisi, IFMC ke-18 juga menghadirkan suasana yang hangat dan penuh semangat. Berbagai kegiatan edukatif dirancang untuk memastikan bahwa setiap peserta—menang atau kalah—pulang membawa sesuatu yang berharga.
Sebagai bentuk penghargaan atas keberanian untuk bersaing, seluruh peserta mendapatkan medali. Bagi IngatanGajah, setiap anak yang berani naik panggung sudah layak mendapat apresiasi.
Puncak penganugerahan (Awarding Day) berlangsung pada 26 April 2026 di Perpustakaan Nasional RI, mengakhiri rangkaian IFMC ke-18 dengan penuh kebanggaan dan harapan.
Memori yang Dilatih Hari Ini, Masa Depan yang Lebih Tajam
IFMC ke-18 adalah bukti bahwa daya ingat bukan sekadar bakat bawaan, ia adalah keterampilan yang bisa dibangun, dilatih, dan ditingkatkan. IngatanGajah hadir untuk memastikan setiap anak Indonesia punya kesempatan untuk membuktikannya.
Tentang Ingatan Gajah & IMSC
Ingatan Gajah adalah program pelatihan dan kompetisi memori yang dikembangkan oleh Indonesia Memory Sports Council (IMSC), berfokus pada pengembangan keterampilan kognitif, daya ingat, dan konsentrasi bagi generasi muda Indonesia. IFMC adalah kompetisi tahunan unggulan mereka yang kini telah memasuki edisi ke-18. Tunggu kompetisi-kompetisi kami selanjutnya melalui website www.ingatangajah.id atau instagram @ingatangajah_official